JANGAN AJARI ANAK DENGAN CERITA DUSTA

🔍 

PERTANYAAN :

أحكي للأطفال قصص غير حقيقية وذلك لتحبيبهم في الصلاة والصدق وأمور الخير فهل يعد هذا من الكذب فهم صغار لا يدركون ولا يعقلون وهذه القصص قصص الأنبياء والصالحين؟

Aku menceritakan kepada anak-anak kisah-kisah yang tidak nyata agar mereka menyukai shalat, kejujuran, dan perkara-perkara yang baik. Apakah hal ini termasuk kedustaan? Mereka anak-anak kecil yang tidak mengetahui dan tidak bisa mencerna bahwa ini adalah kisah para nabi dan orang saleh.

JAWABAN :

إذا كانت القصص واقعية فلا بأس أما إن كانت غير واقعية بأن ينسب إلى شخص من الناس أنه صلى الفجر وحصل له كذا وكذا وهو ليس بحقيقة فلا يجوز لأن هذا كذب

Jika kisah-kisah tersebut nyata, tidak mengapa. Adapun jika tidak nyata kemudian disandarkan kepada seseorang bahwa dia melakukan shalat fajar kemudian mendapatkan ini dan itu, dan ternyata itu fiktif, ini tidak boleh karena merupakan kedustaan.

________________

📚 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, Fatwa Nurun ala Darb, Ibnu Utsaimin 24/2

🌏 Web : shahihfiqih.com
📱 Tiktok : shahihfiqih.com/tiktok
📺 Threads : shahihfiqih.com/threads
🖥 Youtube : shahihfiqih.com/youtube
🌐 Telegram : shahihfiqih.com/telegram
📱 Instagram : shahihfiqih.com/instagram
📺 Twitter : shahihfiqih.com/twitter
💻 Facebook : shahihfiqih.com/facebook

0 Komentar